Wed | (15th March 2006) : 04.11pm

Pardon...

Sorry because I've been busy (Sorry to s0lidmind's big boss; Mukeh...) . My current situation and schedule limits my time. If you heard of the 'rumours' about me being on the Berita Harian (iKON) newspaper, you got it right. That's me. :) Thanks to Diyanah Anuar for the interview. A bit terrified at first when she called and asked for an interview (well, honestly I got a bit nervous about me being interviewed by someone), then I thought, why not? It'd be a good chance for me to promote graphic design to people (not that they don't know anything about it) Just that I hope they'll get a clear picture of what's currently happening on the scene. ;) It's not entirely about me really. I mean, nowadays graphic designers are getting their butts out of the box. Being a designer doesn't mean that you have to be in front of the desktop 24/7 and do print layouts. Today, graphic designers are moving forward, we now can exhibit our artworks at the art galleries, just like fine artists (overseas, it has been going on for years and years, but right here in Malaysia, things are still new to people). We have our crowd of supporters and lovers (not to forget; haters too!). So yeah, that's pretty much about it.

Anyway, just to let you know that I won't be able to update like I used to anymore, starting next month I'll be as busy as hell. I'm currently working on a project with DiGi - (DiGi's Amazing Malaysian) a community service project, which requires me to go back and forth to Tasik Chini for about 8 weeks. I won't be going alone that's for sure. ;) After that I'll be working my arse on the Sunday Art Market with Galleriiizu.

So I hope you'll enjoy reading some of my poems. Till then, astalavista...

(ps: Happy Birthday to my dearest love; Hafiz Razak... May all your wishes & dreams come true. May Allah bless you always dear... :*)

| :: comments :: |

 

Mon | (6th March 2006) : 10.55am

Dunia ku Neraka Mu

Panas yang terik
bahang cuaca menggigit kulit
tapi bukankah ukuran lelahku dan lelahmu belum tentu sama?
begitu juga pandangan ufuk dunia mu dan dunia ku tentu saja berbeza
mungkin cukup adil jika tidak kita nilai cuaca di dada masing-masing, begitu?

komentar benci mu
mengajak aku menuruti nafsu
amarahku ingin berganjak namun kaki ku terpaku
tidak perlu...
aku rasa tak perlu
tidak aku gentar dengan guruh badai yang kau hantar
tidak aku takut dengan halilintar yang berliut
dua abad kau meghirup udara ternyata kau belum cukup dewasa
sejauh mana realiti kehidupan yang kau lihat melalui kaca lensa

jangan bongkak!
aku bukan parasit yang menghirup darah di liang-liang roma mu untuk hidup, kau tahu?
sinis mu adalah destruksi yang bakal membina menara tinggi dalam hidupku

dunia ku milik aku
bagaimana mungkin jadi neraka buat mu?...

| :: comments :: |

Tues | (3rd Jan 2006) : 12.53pm

Selamat Tahun Baru

Tahun 2005 dah berlalu. Hari ini sudah tahun 2006. So much had happened in the pasts. Good and bad. Happy and sad. Anything that I regret? Well, frankly speaking, I have a lot to regret but then, it's all over. It was history. Anything that made me feel guilty?... Hurm, too much too think of. Again, guilt is no use, it will tarnish your soul. Anything that I wanted to change? I guess it would take me days to list it down.

This new year, I learnt new lessons about people. I learnt that a simple mistake could hurt someone's feelings. I also learnt that things could turn out the same, only if you don't know how to react towards it. I learnt that sometimes saying nothing is the best solution. I also learnt that listening to people wouldn't hurt. Sometimes, small matters can be brought up to be a disaster. Kadang-kadang kita salah menilai seseorang. Mungkin awalnya baik, lama-lama baru nampak belangnya. I also learnt that sometimes we are ashamed of things that doesn't really bother others. And I learnt that to some of us, 5 minutes of fame and glamour is far more important than respect and honour.

The best lesson I've learnt is; money conquers almost everything! People would kill for money. People do beg for money. We do need money to live. Friends could turn out as foes when there's conflict involving money. People will love you if you have money and you definitely couldn't do much without money. Cousins could turn out to be total strangers because of it. Money can cure, money can also kill.

Pernah orang tanya pada aku "What can art do?... can art feed people?... Seni ni ada prospek ke?" Banyak persoalan dan kenyataan yang membuatkan aku berazam untuk buktikan Seni itu punyai kepentingan yang tidak boleh dinafikan dalam kehidupan dan masyarakat. What most of them see when it comes to art is:-

- Seni itu sekadar lukisan.
- Pelukis itu hanya melukis di tepi jalan.
- Lukisan yang cantik itu hanya lukisan pemandangan.
- Pelukis itu tempatnya hanya di Pasar Seni.
- Orang seni itu pelik.
- Orang seni itu aneh.
- Orang seni ramai yang gila....

... dan sebagainya...


Persoalannya:-

- Benarkah seni itu sekadar lukisan?
- Betulkah orang seni tak boleh cari makan?
- Orang seni banyak yang merempat?
- Tak boleh hidup senang?
- Orang seni bukan golongan profesional?
-
Ramai yang berkata "Elehhh, lukis macam tu je? Aku pun boleh buat. Kucing aku pun boleh buat!..." Jadi, benarkah semua orang boleh menghasilkan karya seni?

To prove to people that art is not simply about painting, well, it will take A LOT of hardworks and determinations. How long will it take? I don't know. Maybe I'm not the right person to speak about this. But I want people to know that art is not just about drawing and staining up your hands with colours and paints. Art people is not that weird. We do not eat people. We are humans. Makhluk Allah yang bernyawa. Setiap orang dikurniakan dengan kelebihan. And we are gifted with a talent, ability to see and search the deeper meaning of things. Mungkin tidak keterlaluan jika aku katakan yang naluri orang seni lebih sensitif. Lebih halus.

The most important thing is, to make people realize that Art can do a lot of things to help people. Art is the proof of the ancient civilizations. Think Giza Pyramids, renaisance era, or the Babylon, the 7 Wonders of the world, Leonardo Da Vinci, Raphael, Baroque, art nouveau, etc. What is it all about. Art is considered as intellectual and ideological change in a society, rather than a substantive one. Art has led to a radical change or paradigm shift in the style and substance of world cultures in general.

People do art, people study art not because of money. Well, money is not considered as the motivation in creating artworks. Not because of glamour and fame. If it is, then I believe that Jean-Michel Basquiat, Van Gogh wouldn't even consider to take their own lives if they know one day their artworks will costs million of dollars. Art is definitely not a thing that can simply be categorized as a business because art is so much deeper than that. You can't put a price on art. I can make art for free, give it away for charity and not feel guilty about it. But can a business-minded person do something and not thinking about money?... Heh, I'm afraid not!

Aku belajar yang kata-kata kesat, penghinaan dan cacian merupakan katalis kepada pelajaran yang paling penting mengenai kehidupan. Kadang-kadang kita ingat sampai mati. Sometimes it is a good reminder so we will never forget of who we really are. Most of the lessons I've learnt are not from the experiences that I can be proud of. Sometimes the most torturous experiences can either kill us or teach us how to survive... So, pick which one suits you.

Anyway, Selamat Tahun Baru!

| :: comments :: |

 

Mon | (31st Jan 2005) : 5.24pm

Manusia apa?

Manusia apa agaknya kita?
5 waktu sujud pada-Nya
namun masih bergelumang dosa?

Manusia apa kita ini?
Barisan mana harus kita berdiri?
Pengakuan apa yang mesti kita beri?
Aku hipokrit?
Aku jujur hati?
Aku iblis bertopeng jin?
Aku malaikat suci?

Manusia apa kita ini?
Kepala tunduk menyembah Illahi
Namun tangan penuh duri...

Tanya lagi,
Manusia apa kita ini?....

| :: comments :: |

 

 Mon | (24th Jan 2005) : 10.37pm

izinkan aku datang menjemputmu
akan ku bawa kau jauh jauh
terbayang ceria wajah lesu
hilang penat di dada rindu
sinar mata
yang mengeringkan keringat
bebaskan aku dari belenggu

kepingin benar bertemu
sejuk malam memeluk tubuh
bengkak kaki berdiri
lenguh semua tulang sendi
di kerusi ini aku duduk sendiri lagi

aku pulang menunggu
kau kembali di sini...

| :: comments :: |

 

Fri | (14th Jan 2005) : 11:13pm

PEREMPUAN

Perempuan,
tak henti mulutmu berbicara
Kala tersenyum
kau ungkit sejarah lama
Konon simpati nasib yang menimpa dia
Cinta yang kau tak terima

Perempuan,
tingkahmu buat aku terkedu
mestikah kau ungkap lagi?
Apa sebenar yang tersirat di hati?
Ketawamu berdekih
Bibirmu berat tersengih
jangan paksa
jika bukan itu yang kau pilih...

Perempuan!
berselindung kau disebalik
kain nipis
susukmu jelas di bawah cahaya terik
Tekak haus kan sentiasa memekik
meronta mencari air
Hati yang gering kan
mengharap hujan gerimis

Perempuan!
perilakumu menjijikkan aku
ramahmu umpama kelikatu
cantik disinari neon lampu
hakikatnya berbau busuk

Perempuan!
jangan buat amarah ini meluap
umpama penyangak
kau mengendap di dedaun tingkap

Perempuan,
hidup ini harus sentiasa beringat
bukan dengan bicara mulut yang manis
bukan dengan menjadi binatang pelik
kerna persahabatan
bukan untuk manusia hipokrit!

| :: comments :: |

 

Sat | (27th Nov 2004) : 1.27am

Pernah terfikir...

Pernahkah kau terfikir
bicara terungkap dari bibirmu
bisa membuatkan bintang-bintang berguguran jatuh
lalu aku sulam buat hamparan tidurmu...

Pernah aku terfikir
ketika bumi dibanjiri manusia beribu
yang tampak hanya kau berdiri di situ
mungkinkah aku rusukmu yang satu?

Pernahkah kita terfikir
Tatkala cinta jadi berantakan
aku dan engkau dibalut kebencian
saat itu juga kita ditemukan...

Pernahkah mereka terfikir
kesatuan ini punyai rahasia
yang tidak bisa tersingkir
sejujurnya
kita bersama atas rasa cinta...

© Norrazilahaneem Hj Idris
1:18 AM 11/27/2004

 

| :: comments :: |

 

Sun | (10th Oct 2004) : 11.25pm

Tangan-tangan kejam Zionis

Tangan-tangan kejam Zionis
merobek dada Palestin dengan bengis
angkuh mengibar panji-panji Iblis

Tangan-tangan kejam Zionis
meruntuh masjid meragut tangis
bumi suci kini bermandi darah hamis
mendabik dada mengaku bukan terrorists...

Tangan-tangan kejam Zionis
menembak peluru ke dada nipis
membuak cecair merah
tubuh yang panas kini menggigil
Malaikat maut semakin hampir...

Tangan-tangan kejam Zionis
meragut nyawa waris-waris
menghapus etnik sehingga habis
menutup mulut-mulut yang kumat-kamit berzikir
merejam insan yang sujud berwirid...

Tangan-tangan kejam Zionis
seperti halilintar dari langit ke tujuh
yang kuat hanya tunduk membisu
tak habis-habis dengan M.O.U
perjanjian ini, perjanjian itu

Anak-anak Palestin,
tabahkan hati hadapi ujian getir yang menunggu
berjuang sehingga ke titis terakhir darah itu
jangan kau mengalah,
jangan menyerah
ke tangan-tangan kejam Zionis...

© Not Angel (9 Okt 2004 : 10.29pm)

| :: comments :: |

 

Thur | (7th Oct 2004) : 2.23am


Aku Bukan Kau

aku bukan kau
bercakap mengikut bengis hati
maki hamun sana sini...

aku bukan kau
menipu diri sendiri
menyimpang dari realiti
tapi tak henti-henti bercakap tentang FREEDOM OF SPEECH
let me tell you something,
"Stop talking rubbish!"...

aku bukan kau
sakit jiwa yang ntah apa-apa
merungut sepanjang masa
adakala lagak seperti paranoia
aku tahu kau bukan gila...

aku bukan kau
menyiasat itu ini
lebih hebat dari ntv
kau lupa, hidup ini realiti bukan fantasi
banyak lagi diluar sana
bukan sekadar di depan pc...

aku bukan kau
aku tak pernah kenal kau siapa
cukup hebat kah kau?
kaul yang belum tentu kebenarannya
mitos yang bersepah di mulut kau yang ternganga
jantina yang belum tentu jantan, betina atau khunsa
hidup kau penuh dengan kata-kata
tapi mana tindakannya?...

aku bukan kau
dunia kau di virtual maya
sangka kau cukup gembira
tapi lama mana?...

| :: comments :: |

 

Thur | (7th Oct 2004) : 10.01pm

Minyak Hitam

kau
seperti minyak hitam tumpat mengisi ruang di atas air
manafaat mu pernah memberi kekuatan mesin-mesin keluli
melinciri karat-karat besi
namun fungsi mu hilang bila kau tutupi permukaan bumi
dengan gelita pekat menghindar sinar matahari
menghalang cahaya menembusi molekul air jernih
dulu sungai-sungai indah yang berkocak
kini sunyi sepi seperti tidak berpenghuni
kau bunuh mikroorganisma yang dulu pernah
sama menyedut gas-gas udara
menjana tenaga untuk kebajikan bersama

kau
minyak hitam terbuang tidak berguna lagi
menjadi sisa toksik mencemar bumi
seperti kudis buta berlendir nanah hanyir
tidak mampu untuk berfungsi selain menjadi
cecair likat getik yang tidak diingini
kitar hidupmu cukup setakat ini...

| :: comments :: |

 

Wed | (29th Sept 2004) : 11.59am

Mereka

Mereka tetap kan membenci
melihat kegembiraan yang dimiliki

Mereka tak puas hati
dengan senyum tawa yang terpatri

Mereka kan terus mengkeji
selagi kita teguh berdiri

Mereka sentiasa mendengki
sambil mereka cerita itu ini
menciptakan dogma membuta tuli

Mereka meludah ke kanan ke kiri
melihat kita penuh jijik
sedangkan diri sendiri memijak taik

Mereka bercakap tanpa henti
seperti murai gila menyanyi
umpama lava dimuntah gunung berapi

Mereka tak pernah mengerti
Mereka bukan dari sini
Mereka orang putih-putih dari kelas tinggi
dan mereka akan berterusan begini
mencari kelemahan orang
menyelindung kesalahan diri
umpama si sopak bertelanjang sambil menari...

-- © Not Angel, 29 Sept 04

| :: comments :: |

 

Mon | (27th Sept 2004) : 12.47am

A Moment of Happiness...

A moment of happiness,
you and I sitting on the verandah,
apparently two, but one in soul, you and I.
We feel the flowing water of life here,
you and I, with the garden's beauty
and the birds singing.
The stars will be watching us,
and we will show them
what it is to be a thin crescent moon.
You and I unselfed, will be together,
indifferent to idle speculation, you and I.
The parrots of heaven will be cracking sugar
as we laugh together, you and I.
In one form upon this earth,
and in another form in a timeless sweet land.

-- Jalaluddin Rumi, Kulliyat-e Shams, 2114

| :: comments :: |

 

Mon | (20th Sept 2004) : 3.50am

Bumi Menangis

Hari ini bumi menangis
derita, penat, perih...
Di dadanya melimpah nanah hanyir,
bermandi asid mengakis
bergelumang cecair hamis tengit

Bumi tua meratap tangis
meronta badan dirobek bengis
menitis air mata jernih
sambil menagih simpati ozon yang nipis

Insan,
dengarkah kau bumi menjerit?
sedarkah kau bumi merintih sakit?

Kasihan, pilu, sedih...
melihatkan hari ini bumi menangis...

---© Azielahaneem, September 2004


(P/s: Masa dalam perjalanan balik, hujan turun gerimis... 'Dia' cakap "Hari ni bumi menangis..." sambil mendongak memandang ke langit gelap. Aku tergamam, tak terfikir hujan yang turun tu umpama bumi menangis... He's so in-touch with the earth lately... ;) Aku risau 'Dia' demam kena hujan, aku tadah tangan atas buat payung lindung kepala 'Dia', aku cakap "Nanti demam!..." 'Dia' senyum sambil jawap "Dah biasa..." He's been working so hard; doing sculpture and paintings at the same time... Just a few hours sleep. Hurmm... C'est lui pour moi, moi pour lui, dans la vie..

Pukul 9 mlm, Komuter yg ditunggu tak jugak muncul-muncul... 9.10 malam, Komuter pun sampai, berkejar aku naik jejantas ke seberang platform. "Tataaa!!!" aku lambai sampai hilang imej 'Dia' dari pandangan. "Parting is a such a sweet sweet sorrow..."

Dalam Komuter, aku keluarkan notebook hijau aku sambil tangan kanan meraba poket beg, cari pen Kilometrico hitam; aku pun menulis...
This one was made out of your words, dear... )

"Miracles occur naturally as expressions of love. The real miracle is the love that inspires them. In this sense everything that comes from love is miracle." --Marianne Williamson

| :: comments :: |

 

Tues | (7th Sept 2004) : 7.50pm

Hela nafas panjang...

Hela nafasku panjang
duduk sendirian suatu petang
sekejap mentari kan hilang
gelap malam pula mendatang...

Aku
duduk sendirian suatu petang
hela nafasku panjang
kekasih yang ku kenang
segeralah kau pulang...

rindu pekat dalam sekilas wajahmu
masa statik tidak mahu berlalu
kembalikan senyumku dengan kau berdiri di situ
kegembiraan cukup hanya dengan melihatmu

Aku,
rindu...

Sekejap mentari kan hilang
hela nafasku makin panjang
dalam gelap malam yang mendatang
akan ku kira bintang-bintang
akan ku pikul rindu yang bergantang

sehingga mentari hilang...
sehingga kasih kau datang...

| :: comments :: |